Upaya Puskesmas Mantigan dalam Menangani Gangguan Jiwa di Masyarakat

Stigma negatif masalah Kesehatan jiwa masih sangat kental di Masyarakat. Banyak pasien ODGJ yang masih di stigma negatif oleh masyarakat karena keterbatasannya dalam kegiatan dan bersosialisasi. Pasien ODGJ dianggap berbahaya dan aib keluarga sehingga banyak yang dikucilkan, tidak diobati bahkan di pasung.

Stigma negatif tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap kondisi pasien ODGJ. Masih banyak di masyarakat yang mempercayai mitos bahwa gangguan jiwa merupakan gangguan mahluk halus. Sering kali keluarga menolak intervensi medis dan lebih memilih melakukan pengobatan yang bersifat spiritual. Tetapi tidak sedikit juga masyarakat yang sudah paham bahwa masalah gangguan kejiwaan lebih baik ditangani lewat pengobatan medis. Setelah pasien dilakukan pengobatan secara medis, masih muncul beberapa masalah yang berkaitan dengan stigma negatiif para ODGJ.. Beberapa kasus ODGJ sering mengalami kekambuhan di sebabkan telat pemberian obat. Pasien yang sudah merasa baik kondisinya kadang kali sudah tidak mau minum obat lagi sehingga memunculkan kekambuhan pada ODGJ tersebut. Selain itu dari segi masyarakat, beberapa orang masih takut untuk bersosialisaai dengan ODGJ walaupun beberapa ODGJ kondisinya sudah stabil bahkan ada yang sudah bekerja kembali. Untuk mengatasai masalah stigma negatif tersebut puskesmas mantingan memeiliki beberapa kegiatan yang bertujuan untuk menstabilkan kondisi ODGJ sehingga memberikan image positif bagi ODGJ di mata masyarakat. Salah satu kegiatan yaitu kunjungan kerumah para ODGJ yang sudah berobat rutin untuk mengecek kepatuhan minum obat. Sehingga obat diminum rutin dan kondisi ODGJ tambah membaik dan meminimalkan kekambuhan

Kegiatan selanjutnya adalah diadakanya posyandu Kesehatan jiwa. Posyandu Kesehatan jiwa di ikuti para ODGJ yang sudah stabil kondisinya baik yang masih minum obat maupun yang putus obat. Para ODGJ di lakukan pemeriksaan kesehatan mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, tekanan darah, memantau tanda gejala kekambuhan, serta pelatihan kemandirian, bahkan pelatihan produktifitas. Dengan diadakanya posyandu diharapkan, kegiatan ODGJ yang sudah stabil dan produktif bisa terekspos oleh masyarakat sehingga menurunkan stigma negatif di masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *