Puskesmas Mantingan secara berkala melakukan pemeriksaan Viral load (VL) HIV pada pasien/ orang dengan HIV (ODHIV) atau AIDS yang sedang menjalani pengobatan atau terapi ARV. Pemeriksaan Viral load (VL) HIV sendiri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui jumlah virus di dalam darah orang dengan HIV (ODHIV) atau AIDS. Pemeriksaan viral load HIV sangat penting bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang sedang menjalani terapi ARV, tujuannya adalah untuk monitoring pengobatan sehingga dapat diketahui jumlah virus di dalam tubuh
Pemeriksaan Viral load (VL) HIV diadakan secara gratis di Puskesmas Mantingan. Tahapan pemeriksaan Viral Load (VL) HIV adalah
- ODHIV datang ke fasilitas layanan kesehatan tempat pengambilan obat ARV.
- Dokter memberikan formulir permintaan pemeriksaan VL HIV.
- ODHIV diarahkan menuju ruang laboratorium untuk dilakukan pengambilan sampel darah.
- Setelah proses pengambilan sampel darah selesai, ODHIV akan diperbolehkan pulang.
Hasil pemeriksaan VL HIV akan diinformasikan oleh dokter pada kunjungan rutin berikutnya atau menghubungi lebih awal apabila diperlukan.
Selain melakukan pemeriksaan VL HIV di tempat berobat, ODHIV juga dapat memeriksakan VL HIV di luar tempatnya berobat. Caranya adalah dengan menghubungi layanan perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) atau tempat ODHIV biasa mengambil obat ARV untuk meminta surat rujukan laboratorium.
Pemeriksaan viral load (VL) HIV umumnya dilaksanakan pada bulan ke-6 dan ke-12 setelah memulai pengobatan ARV, dan rutin satu (1) kali setiap tahun setelahnya. Pemeriksaan tambahan mungkin dilakukan jika dokter mencurigai adanya gagal terapi gagal terapi ARV atau pada ibu hamil positif untuk penentuan cara persalinan.
Setelah rangkaian pemeriksaan viral load (VL) HIV, pada kunjungan rutin berikutnya pasien akan diberikan hasil pemeriksaan viral load (VL) HIV.
Untuk pembacaan hasil pemeriksaan VL HIV sebagai berikut hasil pemeriksaan VL HIV yang berkisar kurang dari atau sama dengan (≤) 50 kopi virus per ml darah adalah kategori viral load “tidak terdeteksi”. Viral load tidak terdeteksi berarti pengobatan ARV efektif dan menurunkan risiko penularan HIV. Jika hasil pemeriksaan > 50 kopi virus per ml darah, maka hasil pemeriksaan masuk dalam ketegori viral load “terdeteksi”
Bagaimana jika hasil VL HIV tidak terdeteksi…?
Meskipun jumlah virus HIV = (≤) 50 kopi virus per ml, ODHIV harus tetap minum obat ARV secara rutin untuk mempertahankan keberhasilan pengobatan.
Pada hari kamis tanggal 16 Oktober 2025 Puskesmas Mantingan telah mengadakan pemeriksaan/ tes viral load yang dikuti oleh 30 peserta. Hampir 63 % pasien ODHIV yang sedang menjalani terapi ARV telah melakukan pemeriksaan viral load. Adapun total penderita ODHIV sedang menjalani terapi ARV di Puskesmas Mantingan sebanyak 48 orang. Sampel yang telah diambil selanjutnya di kirim ke Laboratorium RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan hasil pemeriksaan viral load.


