TB TANPA BATAS

Dalam upaya membantu dan berkonstribusi dalam penemuan pasien TB dan perawatan  pasien TB Puskesmas Mantingan membuat program inovasi bersama lintas program yang diberi nama TB TANPA BATAS yaitu TB Temukan, Pastikan dan Obati Sampai Tuntas.

Metode yang ditetapkan adalah penjaringan suspek, diagnosa ditegakkan, pengobatan dengan terapi dari dokter, pemantauan minum obat dilakukan oleh petugas kesehatan, kader kesehatan atau anggota keluarga di rumah, pemeriksaan kontak serumah dilakukan bila ada pasien BTA positif di lingkungan keluarga itu, kunjungan penderita TB mangkir yaitu penderita TB yang tidak minum obat secara rutin selama 1 bulan. Dalam kunjungan ke rumah pasien TB itu, diberi penyuluhan dan ditanyakan penyebab masalahnya, kemudian diberi solusi dan diajak kembali untuk minum obat TB secara teratur. Penyuluhan individu dilakukan pada setiap pasien pertama kali minum obat TB, dan setiap minggu bila pasien mengambil obat TB serta Penyuluhan Kelompok.

Foto Dokumentasi kegiatan inovasi TB TANPA BATAS

Penyuluhan TB Pada Masyarakat di Desa

Kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan dalam program TB TANPA BATAS yaitu:

1. Pembentukan  kader  TB

Pengambilan  kader  di  ambil  merata  semua  desa  yang  ada, adapun  kader  yang  di  tunjuk/ mewakili sebagai  kader  koordinator  1 dusun  1 kader.  

Kader  coordinator  yang  ada:

Desa  mantingan     : 5  kader

Desa  sambirejo      : 4  kader

Desa  pengkol         : 4  kader

Desa  jatimulyo       : 4  kader

Kader  yang  telah  di  tunjuk, dibina dan diberi SK  sebagai  Kader TB  tanpa batas dan  diberikan  kelompok  group WA  kader  TB  sebagai  sarana  bertukar  informasi.

2 .Penemuan  penderita  terduga  TB

Kader  kunjungan  rumah pada  keluarga  yang  mempunyai  tanda  gejala TB dan  kunjungan  rumah pada  penderita  TB  yang  telah di obati 5 tahun  yang  lalu, sumber  data dari  koordinator  TB Puskesmas. Adapun  kegiatan  yang  di  lakukan  oleh  kader: 

  • menanyakan  tentang  penyakit  yang  di  derita
  • melakukan  pendataan  identitas  penderita  pada  blangko  yang  di sediakan  oleh   puskesmas
  • menyarankan  untuk  berobat  ke  Puskesmas
  • membuat  surat  rujukan  untuk  berobat  ke Puskesmas  dan  memberikan  sputum  pot  untuk  tempat  dahak
  • melaporkan   pada  koordinator  TB  Puskesmas  hasil  kunjungan  rumah  lewat  WA group kader 
  • mencatat  pada  buku  kunjungan  rumah  kader

Foto Dokumentasi kegiatan Deteksi dini TBC

3. Pemeriksaan  terduga  TB

Penderita  terduga TB  yang  sudah  di  kirim  oleh  kader  apabila  sudah  sampai  Puskesmas mendaftarkan  diri  ke  loket  dengan  membawa  surat  rujukan  kader  dan  sputum  pot  yang  sudah  terisi  sputum selanjutnya  langsung  menuju  laborat  untuk di lakukan pemeriksaan. Setelah  hasil  sudah  jadi  petugas  laborat  berkoordinasi  dengan  petugas  TB untuk menyampaikan  hasil  pemeriksaan.

Foto Dokumentasi kegiatan Pemeriksaan terduga TB

4. Pengobatan TB

  • Bila  hasil  pemeriksaan  sps (-) sementara  penderita  di obati  sesuai  keluhan 
  • Bila  hasil  pemeriksaan sps(+) penderita di obati TB

Pengobatan  dengan  menggunakan  panduan  OAT  FDC  dengan  berdasarkan  BB penderita.

5. Pengawasan Minum Obat

Untuk menjamin keteraturan pengobatan diperlukan PMO. Sebaiknya PMO adalah petugas kesehatan, misalnya bidan di desa, perawat sanitarian dan lain lain. Bila tidak ada petugas kesehatan yang memungkinkan, PMO dapat berasal dari kader kesehatan. Tugas kesehatan PMO adalah :

  • Mengawasi pasien B agar menelan oba secara teratur sampai selesai pengobatan. 
  • Memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat secara teratur.
  • Mengingatkan pasien untuk cek ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan.
  • Memberikan penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang mempunyai gejala mencurigakan TB unuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas.

Foto Dokumentasi kegiatan Pengawas minum obat tbc

6. Pemeriksaan kontak serumah

Pemeriksaan kontak serumah dilakukan bila ada pasien BTA positif di lingkngan keluarga itu dan peeriksaan sanitasi lingkungan.

Foto Dokumentasi kegiatan Pemeriksaan kontak serumah

7. Penyuluhan TB

Penyuluhan  lintas  program  baik  di  dalam  maupun di luar Puskesmas, dengan  harapan semua program  yang  ada di  puskesmas  ikut  menginformasikan  masalah TB  di  masyarakat. Penyuluhan lintas  sektor  informasi  melalui  Promkes   Puskesmas  pada  waktu  pertemuan lintas  sektor  di kecamatan.

Berikut Manual Book/Buku Panduan Inovasi TB TANPA BATAS