(PENEMUAN AKTIF TUBERKULOSIS PADA ANAK BERBASIS MASYARAKAT)

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan paling sering menyerang paru – paru. Anak – anak, terutama balita merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap TBC, terlebih jika mengalami stunting atau malnutrisi. Menurut data WHO pada tahun 2021 terdapat sekitar 10,6 juta kasus TBC secara global, dengan 1,6 juta kematian, termasuk di antaranya 1,2 juta kasus pada anak – anak.

PENA BERLAPIS EMAS merupakan inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi untuk menekan kasus Tuberkulosis (TBC) pada anak. Program ini menitikberatkan pada penemuan aktif melalui Posyandu, dengan melibatkan kader di masyarakat yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan Puskesmas. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan penemuan kasus TBC anak secara dini dan aktif di masyarakat. Posyandu dipilih sebagai basis kegiatan karena menjadi titik berkumpulnya balita dan orang tua, sehingga efektif untuk skrining massal. Tantangan diagnosis TBC anak yang sulit karena gejalanya sering tidak spesifik dan pemeriksaan dahak sulit dilakukan atau diatasi dengan kombinasi skrining kader, uji tuberkulin, hingga foto thorak.

PENA BERLAPIS EMAS merupakan inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi untuk menekan kasus Tuberkulosis (TBC) pada anak. Program ini menitikberatkan pada penemuan aktif melalui Posyandu, dengan melibatkan kader di masyarakat yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan Puskesmas. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan penemuan kasus TBC anak secara dini dan aktif di masyarakat. Posyandu dipilih sebagai basis kegiatan karena menjadi titik berkumpulnya balita dan orang tua, sehingga efektif untuk skrining massal. Tantangan diagnosis TBC anak yang sulit karena gejalanya sering tidak spesifik dan pemeriksaan dahak sulit dilakukan atau diatasi dengan kombinasi skrining kader, uji tuberkulin, hingga foto thorak.

Yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi dan screening TBC melalui metode Tuberculin Skin Test (TST)/ Test Mantoux adalah Balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai standar Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM) selama dua kali penimbangan di Posyandu. TST dilakukan sebagai metode deteksi dini TBC dengan menyuntikkan cairan Tuberculin ke bawah kulit.

Salah satu contoh kegiatan  inovasi Pena Berlapis Emas di Puskesmas Mantingan adalah melakukan kegiatan skrening di PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Lokal pada balita. Jadi semua balita yang ikut PMT Lokal di wilayah kerja Puskesmas Mantingan kita lakukan penyuluhan TBC dan skrening TBC dengan tes MANTOUX. Jika ditemukan hasil test Mantoux positif tindakan selanjutnya  adalah kita edukasi untuk dirujuk ke RS untuk dilakukan rongsen dan skoring TB anak. Untuk pengobatan TB bisa dilakukan di Puskesmas Mantingan. Hasil skrening PMT lokal di Puskesmas Mantingan pada balita, dari 83 balita yang dilakukan tes Mantoux 12 balita dinyatakan positif TBC (14,4%).

Diharapkan dengan adanya penyuluhan dan skrening TBC di kegiatan PMT lokal selain masyarakat bisa lebih paham tentang bahaya TBC dan cara mencegahnya, tapi juga bisa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Anak yang terdiagnosis dini dan segera mendapatkan pengobatan yang tepat berpeluang besar untuk sembuh dan tumbuh sehat, serta berat badannya bisa berangsur bertambah sesuai usianya dan menjadi bagian dari generasi emas bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *